Friday, June 17, 2011

HASIL INSTRUMEN SOSIOMETRI DAN SOSIOGRAM


 INSTRUMENTASI DALAM KONSELING NON-TES

Menurut Nurkancana, dkk (1983) dalam Nelyahardi (2008:3) sosiometri merupakan salah satu alat pengumpulan dat yang pertama kali dikembangkan oleh Moreno dan Jennins. Sedangkan menurut Drever (1989) sosiometri merupakan studi tentang hubungan timbal balik yang dinamis dari pada individu dalam sebuah kelompok sosial.
Perlunya teknik ini dalam kegiatan program BK didasarkan pada suatu anggapan bahwa kelompok mempunyai struktur hubungan interpersonal yang komplek, dan hubungan ini dapat digambarkan lewat Sosiogram akan dapat mengetahui secara umum ukuran berteman atau ukuran hubungan sosial seseorang dalam kelompoknya.
Bentuk-bentuk hubungan sosial itu dapat digambarkan atau dinyatakan melalui 3 hal yaitu sebagai berikut:
1.      FREKWENSI, mengambarkan sering atau tidaknya seseorang bergaul dengan orang lain.
2.      INTENSITAS, mengambarkan dangkal atau dalamnya hubungan sosial seseorang bergaul dengan orang lain.
3.      POPULARITAS, mengambarkan banyak sedikitnya teman bergaul seseorang.
Menurut Drever (1983) dalam Nelyahardi (2008:4), Sosiogram adalah penyajian garfik dari hubungan antar perorangan dalam suatu kelompok sosial. Sosigram disusun berdasarkan data tentang hubungan seseornag yang telah disusun dalam bentuk TABEL MATRIK SOSIOMETRI. Dari hasil sosiometri ini akan muncullah macam-macam bentuk KONFIGURASI HUBUNGAN SOSIAL  sekelompok individu, antara lain:.....

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN (Hasil sosiometri dan sosigram, serta nama kelompok dan leger nilai)
                       
Untuk mendapatkan file lengkapnya (±12 lembar/halaman + Daftar nama dan Leger nilainya), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:

LAPORAN PRAKTEK LAPANGAN (PLBK) DI SEKOLAH


LAPORAN PRAKTEK LAPANGAN (PLBK) DI SEKOLAH

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT, dengan segala petunjuk dan hidayah-Nya Alhamdulillah penulis dalam menyelesaikan penulisan laporan Praktek Lapangan Bimbingan dan Konseling (PL-BK) di Sekolah hasil kegiatan praktek di SMP YYY sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
PL-BK dalam sekolah yang dilaksanakan lebih kurang 4 bulan, merupakan wadah yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mempraktekkan ilmu yang telah diperoleh, melatih keterampilan dan keahlian dalam melaksanakan Layanan Bimbingan dan Konseling sebagai Calon Konselor.
Atas terselenggaranya PL-BK Luar Sekolah yang penulis lakukan dan telah dapat pula menyusun pula laporan ini, penulis mengucapkan kepada:
1.      ....... selaku Ketua Program Bimbingan dan Konseling Universitas XXX.
2.      ….. sebagai Koordinator PL-BK Universitas XXX.
3.      Dsb …
Penulis menyadari sepenuhnya dalam penulisan laporan PL-BK ini masih jauh dari harapan dan kesempurnaannya, untuk itu penulis mohon kepada semua pihak untuk memberikan sumbangan saran, demi kesempurnaan dan perbaikan dalam penulisan laporan PL-BK ini. Semoga ALLAH SWT selalu memberikan keberkahan dan kemudahan kepada kita dalam melaksanakan kegiatan maupun aktivitas, Amin.



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Pembangunan dibidang pendidikan dalam undang-undang Republik Indonesia Nomor  20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, serta berilmu, cukup kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut berbagai aktivitas yang bersifat edukatif dan moralitas maupun fungsional dilakukan dalam Suasana yang menyenangkan sehingga dapat memotivasi siswa untuk belajar dan mengembangkan segenap dimensi kemanusiaannya. Salah satu bentuk aktivitas yang dapat dilakukan adalah melalui bimbingan dan konseling oleh Guru Pembimbing. Guru Pembimbing sebagai tenaga pelaksana kegiatan BK di sekolah berkewajiban melaksanakan berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung BK terhadap siswa yang menjadi tanggung jawab asuhannya.
Untuk mencapai maksud diatas Mahasiswa S-1 Universitas XXX Program Studi Bimbingan dan Konseling diwajibkan mengikuti Praktek lapangan yang dilakukan ditingkat SD, SMP, dan SMA. Dalam hal ini penulis mengambil tempat Praktek Lapangan Bimbingan dan Konseling yaitu di SMP YYY sesuai dengan SK Dekan FKIP Universitas XXX Nomor 12345/2010.
Kegiatan Praktek Lapangan Bimibngan dan Konseling di sekolah merupakan salah satu mata kuliah praktek wajib dari Program Ekstensi BK FKIP Universitas XXX, yang harus diselesaikan oleh mahasiswa dalam mengapilkasikan berbagai teori, teknik dan instrumentasi yang didapatkan, sehingga dapat digunakan sebagai sarana latihan pembentukan seorang calon guru pembimbing yang professional berwawasan BK Pola – 17 Plus.

B.     Tujuan
Praktek lapangan bimbingan dan konseling memiliki tujuan secara umum untuk membina, mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai mahasiswa dalam kegiatan penyusunan dan pelaksanaan program kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang berwawasan BK Pola – 17 Plus, terhadap permasalahan yang dihadapi siswa asuhnya baik di sekolah maupun di rumah….
Sedangkan Secara khusus praktek lapangan bimbingan dan konseling bertujuan agar mahasiswa memiliki keterampilan dalam hal : ……

C.    Ruang lingkup
Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam PL-BK di sekolah memiliki ruang lingkup sebagai berikut:
  1. Studi kelayakan dan program layanan bimbingan dan konseling.
  2. Mengumpulkan dan mengungkapkan data siswa.
  3. Dsb….

D.    Gambaran Umum Sekolah Tempat Praktek
Tempat penyelenggaraan praktek lapangan bimbingan dan konseling adalah di SMP YYY, merupakan salah satu sekolah lanjutan tingkat pertama yang ada di Kota EFGH yang merupakan lembaga formal tempat menuntut ilmu dan sedang merintis sekolah berstandar nasional, terletak di jalan ABCD
Pengelolaan layanan bimbingan dan konseling di SMP YYY terdiri dari 5 orang Guru Pembimbing yang kesemuanya berlatar belakang Sarjana BK. Denah lokasi serta daftar personil terlampir…..

BAB II
PROGRAM KEGIATAN PLBK

A.    Identifikasi Siswa Asuh
Siswa asuh dalam pelaksanaan PLBK di SMP YYY ini adalah seluruh siswa yang duduk di kelas 8E tahun pelajaran 2010/2011.
Pada umumnya siswa berusia 12 sampai dengan 15 tahun, terdiri dari siswa perempuan dan siswa laki-laki dengan jumlah keseluruhan 40 orang. Tempat tinggal siswa asuh menyebar di berbagai lokasi, tetapi sebagian besar mereka bertempat tinggal di Kota EFGH. …….

B.     Pelaksanaan Orientasi Kegiatan
Didalam pelaksanaan PLBK di sekolah perlu dilakukan orientasi kegiatan yang bertujuan untuk kelancarandan keberhasilan pelaksanaan.
Pelaksanaan orientasi kegiatan PLBK dapat disimpulkan sebagai berikut :
  1. Melapor serta meminta izin kepada Kepala Sekolah untuk melaksanakan kegiatan praktek pengalaman lapangan bimbingan dan konseling di SMP YYY.
  2. Pengenalan lingkungan serta personil sekolah.
  3. dsb…

C.    Himpunan Data dan Aplikasi instrumentasi
Himpunan data dan aplikasi instrumentasi merupakan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling yang dilaksanakan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang siswa yang akan digunakan untuk dasar pemberian layanan pada siswa. Adapun himpunan data dan aplikasi instrumentasi yang digunakan antara lain: ……


BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM BK
A.    Perencanaan
Didalam pelaksanaan PLBK di sekolah terlebih dahulu membuat perencanaan kegiatan yaitu dengan melaksanakan studi kelayakan. Hal ini dilaksanakan untuk mendapatkan data dan keterangan tentang masalah yang dihadapi oleh siswa asuh, baik secara individu, kelompok maupun klasikal.
  1. Data Hasil Belajar
Data hasil belajar siswa didapat melalui leger nilai Tengah semester I (Middle Semester I) tahun pelajaran 2010/2011, dan hasil belajar …..
  1. dsb ….

B.     Pelaksanaan Jenis-Jenis Layanan
  1. Layanan Orientasi
Di SMP YYY layanan orientasi ditujukan kepada siswa asuh kelas 8E yang diberikan secara klasikal guna memberikan pemahaman terhadap lingkungan sekolah serta memperkenalkan kepada mereka bimbingan dan konseling. Berdasarkan pengamatan penulis siswa masih memerlukan layanan orientasi dalam hal mengenal lebih jauh tentang bimbingan dan konseling yang ada di sekolah.
Layanan orientasi yang diberikan adalah sebagai berikut: …..
  1. Layanan Informasi
Tujuan pelaksanaan layanan informasi adalah untuk membekali siswa dengan bermacam pengetahuan dan pemahaman mengenai berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat.
Pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh dari layanan informasi dapat digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita serta bisa mengambil keputusan, sehingga siswa diharapkan nantinya memiliki wawasan yang selalu berkembang secara optimal.
Layanan informasi yang diberikan adalah sebagai berikut : …
  1. dsb ….

C.    Pelaksanaan Kegiatan Pendukung
Selain kegiatan layanan tersebut diatas dilakukan kegiatan pendukung yang bertujuan untuk membantu memperoleh data tentang siswa asuh dalam menetapkan layanan yang diberikan.
Adapun kegiatan pendukung yang penulis lakukan dalam pelaksanaan kegiatan PLBK, antara lain: …..

D.    Penyelenggaraan Program Kegiatan Satuan Layanan Bimbingan dan Konseling Terhadap 5 Siswa Prioritas
Berikut rekapitulasi alat jaring siswa asuh pada prkatek lapangan bimbingan dan konseling di SMP YYY: .....

E.     Pelaksanaan Konseling Individu Terhadap 5 Siswa Prioritas


BAB IV
AKTIVITAS DAN PARTISIPASI

Sebagai mahasiswa PLBK di SMP YYY, waktu senggang saat jam pelajaran kosong dipakai untuk menyelenggarakan layanan di kelas-kelas.
Selesai kegiatan di atas, masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang mahasiswa lakukan untuk membantu pihak sekolah sesuai dengan kemampuan mahasiswa PLBK miliki, diantaranya : ….

BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pelaksanaan PLBK di sekolah mengacu pada BK Pola – 17 Plus yaitu 6 bidang bimbingan, 9 jenis kegiatan layanan, dan 6 kegiatan pendukung. Kegiatan PLBK disekolah sangat penting dan bermanfaat bagi mahasiswa yang melaksanakan PLBK dalam rangka melatih, membina serta mengembangkan kemampuan, keterampilan dan keahlian menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling terhadap siswa sebagai calon guru pembimbing yang profesional.
Pada kegiatan PLBK ini, layanan bimbingan dan konseling ini belum sepenuhnya dapat dilakukan, hal inidisebabkan oleh beberapa faktor, yakni : …..

B.     Rekomendasi
Adapun rekomendasi yang penulis dapat berikan terhadap kegiatan PLBK ini, antara lain :
  1. Untuk Siswa
Dengan adanya pelaksanaan PL-BK yang diselenggarakan di SMP YYY diharapkan siswa semakin memanfaatkan pelayanan bimbingan konseling untuk memahami siswa mengatasi permasalahan terutama malas belajar
  1. dsb ….


Untuk mendapatkan file lengkapnya, PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan

KONSELING KARIR


Dalam pelayanan bimbingan dan konseling ada empat bidang pelayanan yang harus diberikan kepada siswa yaitu bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir. Bimbingan karir pada hakekatnya merupakan salah satu upaya pendidikan melalui pendekatan pribadi dalam membantu individu untuk mencapai kompetisi yang diperlukan dalam menghadapi masalah-masalah karir.
Donald D. Super (1975) dalam Karneli (?:1) mengartikan bimbingan karir sebagai suatu proses membantu pribadi untuk mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta peranannya dalam dunia kerja. Menurut batasan ini, ada dua hal penting, pertama proses membantu individu untuk memahami dan menerima diri sendiri, dan kedua memahami dan menyesuaikan diri dalam dunia kerja. Oleh sebab itu yang penting dalam bimbingan karir adalah pemahaman dan peCareer guidance … encompasses all of the service that aim at helping pupils make occupational and educational plans and decisions penyesuaian diri baik terhadap dirinya maupun terhadap dunia kerja.
Kemudian, Rasimin (2008:1) memaparkan bahwa bimbingan karir perlu diberikan kepada siswa untuk menjaring serta menyeleksi proforsi-proforsi yang dimiliki atau potensi-potensi yang sesuai yang dimiliki oleh para siswa dalam menetukan pilihannya untuk menjadikan dirinya pada pekerjaan, jabatan atau karir yang tersedia.
Berdasarkan uraian diatas, timbul beberapa pertanyaan yang jawabannya akan memberikan ulasan lebih dalam mengenai konseling karir. Beberapa pertanyaan yang diajukan yaitu:
1.      Pengertian bimbingan karir dan manfaat mempelajarinya?
2.      Prinsip-prinsip bimbingan karir dan contoh aplikasinya?
3.      Langkah-langkah pelaksanaan informasi karir di sekolah?
4.      Paket informasi karir untuk SMA kelas III?
5.      Apa faktor-faktor kepuasan karir, dan faktor-faktor yang mempengaruhi karir seseorang?
Dalam pembahasan kali ini, kesemua pertanyaan yang diajukan tersebut diatas akan diuraikan secara rinci berdasarkan literatur-literatur tentang konseling karir.
........................

LAPORAN SURVEY MANAJEMEN BK DI SEKOLAH



MANAJEMEN BK DI SEKOLAH

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, disertai keteguhan dan kesabaran hati, akhirnya laporan pengamatan atau survey lapangan ini dapat diselesaikan.
Dalam penulisan ini,  penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dari semua pihak tidak mungkin penulis dapat menyelesaikannya. Oleh karena itu, ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan terutama kepada:
...........
Kemudian itu pula, dengan rasa rendah hati penulis juga menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikkan dimasa yang akan datang. Walaupun demikian penulis mengharapkan laporan pengamatan atau survey lapangan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
XXX,    Juni 2009 Penulis





 BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Organisasi bimbingan dan konseling dalam pengertian umum adalah suatu wadah atau badan yang mengatur segala kegiatan untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling secara bersama-sama. Sebagai suatu badan, banyak ahli menawarkan model atau pola organisasi mana yang cocok  diterapkan di sekolah. Akan tetapi, pola organisasi manapun yang dipilih harus didasarkan atas kesepakatan bersama di antara pihak-pihak yang terkait. di sekolah, yang dilanjutkan dengan usaha-usaha perencanaan untuk mencapai tujuan, pembagian tugas, pengendalian proses dan penggunaan sumber-sumber bimbingan, usaha-usaha tersebut disebut sebgai administrasi bimbingan dan konseling.
..........
Berdasarkan argumen diatas, maka dari itu penulis melakukan pengamatan atau survey ke lapangan, untuk mengetahui bagaimana manajemen konseling di sekolah, yang mana disini penulis mengambil sebagai sampelnya yaitu SMK Negeri 4 Kota xxx.

B.     TUJUAN
Tujuan yang yang ingin dicapai dari pengamatan atau survey lapangan ini adalah:

C.    MANFAAT
Adapun manfaat dari pengamatan atau survey lapangan yang mengenai manajemen bimbingan konseling disekolah ini adalah sebagai berikut: ….


BAB II
HASIL PENGAMATAN

2.1.      Gambaran dan Sejarah Singkat BK di SMK Negeri 4 Kota XXX.
A.    Sejarah dan Letak Geografis SMK Negeri 4 Kota XXX.
B.     Dsb
2.2  Penyusunan Program dan Pelaksanaannya.
Dari hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Koordinator guru pembimbing dalam hal penyusunan Program Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 4 kota xxx, program yang disusun  didasari atas analisis kebutuhan  yang bersifat fleksibel, maksudnya dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi, serta  lebih terfokus pada orientasi pekerjaan, ....
Alokasi waktu yang diberikan pada progarm bimbingan khususnya untuk kegiatan klasikal, yaitu setiap kelas mendapatkan waktu sebanyak 45 menit atau saut jam pelajaran setiap minggu. Alokasi waktu yang diberikan ini dirasa sudah cukup, karena yang terpenting adalah ....
Program yang disusun dan dilaksanakan tersebut didukung penuh oleh sekolah. Hal ini terlihat dari kerjasama, partisipasi baik dari pimpinan sekolah, guru, wali kelas dan personel sekolah lainnya. Bentuk partisipasinya seperti ....
Pada setiap 6 bulan sekali di akhir semester guru pembimbing melakukan evaluasi terhadap program bimbingan, dengan menggunakan format evaluasi yang sebelumnya telah dirancang. Kemudian, hasil evaluasi tersebut dilaporkan kepada pihak atau pimpinan sekolah. Dan berdasarkan hasil evaluasi itu pulalah, guru pembimbing memberi tindak lanjut pada semester berikutnya, baik dengan memperbaiki dan mengembangkan atau meningkatkan isi dari program bimbingan. Seperti .....
2.3  Perlengkapan Tata Laksana BK.
.......... dsb

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN
Berdasarkan uraian hasil atau pengamatan dengan segala keterbatasan, serta bertitik tolak pada tujuan pengamatan maka ditarik kesimpulan sebagai berikut:
................
B.     SARAN
Dalam bagian ini, ada beberapa saran yang ingin penulis kemukakan sehubungan permasalahan diatas, antara lain: …..

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


                       
Untuk mendapatkan file lengkapnya (±15 lembar/halaman), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:



 Selain itu, ada juga Skripsi lengkap dan Proposal-proposal penelitian, serta Laporan Praktek Lapangan baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Mampir dulu ya diblog ini!!!!!

LAYANAN KONSELING INDIVIDU

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dalam waktu yang direncanakan. Makalah ini berjudul “.......”
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari pihak-pihak secara langsung maupun tidak langsung selama mengikuti perkuliahan di Program Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas XXX, maka makalah ini tidak terwujud sebagaimana mestinya. Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu kritikan dan saran dari semua pihak. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini ada manfaatnya dalam mencapai tujuan yang diharapkan.




A.    Deskripsi Umum
Konseling Perorangan (KP) merupakan layanan konseling yang diselenggarakan oleh seorang Konselor terhadap seorang klien dalam rangka pengentasan masalah pribadi klien. Dalam suasana tatap muka dilaksanakan interaksi langsung antara klien dan Konselor, membahas berbagai hal tentang masalah yang dialami klien. Pembahasan tersebut bersifat mendalam menyentuh hal-hal penting tentang diri klien (bahkan sangat penting yang boleh jadi penyangkut rahasia pribadi klien); bersifat meluas meliputi berbagai sisi yang menyangkut permasalahan klien; namun juga bersifat spesifik menuju ke arah pengentasan masalah.
Dalam layanan KP Konselor memberikan ruang dan suasana yang memungkinkan klien membuka diri setransparan mungkin. Dalam suasana seperti itu, ibaratnya klien sedang berkaca. Melalui “kaca” itu klien memahami kondisi diri sendiri (dan lingkungannya) dan permasalahan yang dialami, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta kemungkinan upaya untuk mengatasi masalah saya itu. Hasil “berkaca” itu mengarahkan dan menggerakkan klien untuk segera dan secermat mungkin melakukan tindakan pengentasan atas kekurangan dan kelemahan yang ada pada dirinya.
……….

B.     Tujuan
Tujuan umum layanan KP adalah terentasnya masalah yang dialami klien. Apabila masalah klien itu dicirikan sebagai (a) sesuatu yang tidak disukai adanya, (b) suatu yang ………
Sedangkan Secara Tujuan khusus layanan KP terkait dengan fungsi dari layanan bimbingan konseling, yaitu:….

C.    Komponen
Dalam layanan KP berperan dua pihak, yaitu seorang Konselor dan seorang klien.
……..

D.    Asas
Kekhasan yang paling mendasar layanan KP adalah hubungan interpersonal yang amat intens antara klien dan Konselor. Konselor memasuki pribadi klien dan klien memasuki pribadi Konselor. Proses layanan konseling dikembangkan sejalan dengan suasana yang demikian, sambil di dalamnya dibangun kemampuan khusus klien untuk keperluan kehidupannya. Asas-asas konseling memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya.
………

E.     Pendekatan Layanan Konseling Perorangan
Dalam layanan KP biasanya digunakan pendekatan elektif yang mensinergikan unsur direktif-nondirektif, humanistic-behavioristic, kognitif-emosional-efektif. Sesuai dengan permasalahn klien yang dibahas.
Dengan high-touch klien didekati, dirinya dibedah dan dimasuki, digerakkan dan dibangkitkan, unsur-unsur kemandiriannya ditegakkan.
……

F.     Kegiatan Pendukung

G.    Operasionalisasi Layanan

                       
Untuk mendapatkan file lengkapnya (±28 lembar/halaman), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:




 Selain itu, ada juga Skripsi lengkap dan Proposal-proposal penelitian, serta Laporan Praktek Lapangan baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Mampir dulu ya diblog ini!!!!

MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM


Model adalah konstruksi yang bersifat teroretis dari konsep. Menurut Roberts S. Zain dalam bukunya: Curriculum Principles and Foundation (Dakir, 2004: 95-99), berbagai model dalam pengembangan kurikulum secara garis besar diutarakan sebagai berikut :
1. Model Administratif (Garis Staff atau Top Down)
Pengembangannya dilaksanakan sebagai berikut.
a. Atasan membentuk tim yang terdiri atas para pejabat teras yang berwenang(pengawas pendidikan, Kepsek, dan pengajar inti)
b. Tim merencanakan konsep rumusan tujuan umum dan rumusan falsafah yang diikuti.
c. Dibentuk beberapa kelompok kerja yang anggotanya terdiri atas para spesialis kurikulum dan staf pengajar.
d. Hasil kerja direvisi oleh tim atas dasar pengalaman atau hasil try out.
e. Setelah try out yang dilakukan oleh beberapa Kepsek, dan telah direvisi sebelumnya, baru kurikulum tersebut diimplementasikan.
2. Model dari Bawah (Grass-Roats)
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
a. Inisiatif pengembangan datang dari bawah (Para pengajar)
b. Tim pengajar dari beberapa sekolah ditambah narasumber lain dari orang tua siswa atau masyarakat luas yang relevan.
c. Pihak atasan memberikan bimbingan dan dorongan
d. Untuk pemantapan konsep pengembangan yang telah dirintis diadakan loka karya agar diperoleh input yang diperlukan.
3. Model Demonstrasi
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
a. Staf pengajar pada suatu sekolah menemukan suatu ide pengembangan dan ternyata hasilnya dinilai baik.
b. Kemudian hasilnya disebarluaskan di sekolah sekitar.
4. Model Beauchamp
Model ini dikembangkan oleh G.A. Beauchamp (1964) dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Suatu gagasan pengembangan kurikulum yang telah dilaksanakan di kelas, diperluas di sekolah, disebarkan di sekolah-sekolah di daerah tertentu baik berskala regional maupun nasional yang disebut arena.
b. Menunjuk tim pengembang yang terdiri atas ahli kurikulum, para ekspert, staf pengajar, petugas bimbingan, dan nara sumber lain.
c. Tim menyusun tujuan pengajaran, materi, dan pelaksanaan proses belajar mengajar. Untuk tugas tersebut dibentuk dewan kurikulum sebagai koordinator yang bertugas juga sebagai penilai pelaksanaan kurikulum, memilih materi pelajaran baru, menentukan berbagai kriteria untuk memilih kurikulum mana yang akan dipakai, dan menulis keseluruhan kurikulum yang akan dikembangkan.
d. Melaksanakan kurikulum di sekolah
e. Mengevaluasi kurikulum yang berlaku
5. Model Terbalik Hilda Taba
Model ini dikembangkan oleh Hilda Taba atas dasar data induktif yang disebut model terbalik karena langkah-langkahnya diawali dengan pencarian data dari lapangan dengan cara mengadakan percobaan, kemudian disusun teorinya lalu diadakan pelaksanaan.
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
a. Mendiagnosis kebutuhan, merumuskan tujuan, menentukan materi, menemukan penilaian, memperhatikan keluasan dan kedalaman bahan, kemudian menyusun suatu unit kurikulum.
b. Mengadakan try out.
c. Mengadakan revisi berdasarkan try out.
d. Menyusun kerangka kerja teori
e. Mengemukakan adanya kurikulum baru yang akan didesiminasikan.
6. Model Hubungan Interpersonal dari Rogers
Kurikulum yang dikembangkan hendaknya dapat mengembangkan individu secara fleksibel terhadap perubahan-perubahan dengan cara melatih diri berkomunikasi secara interpersonal.
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
a. Dibentuk kelompok untuk memperoleh hubungan interpersonal di tempat yang tidak sibuk.
b. Kurang lebih dalam satu minggu para peserta mengadakan saling tukar pengalaman di bawah pimpinan staf pengajar.
c. Kemudian diadakan pertemuan dengan masyarakat yang lebih luas dalam suatu sekolah, sehingga hubungan interpersonal akan menjadi lebih sempurna, yaitu hubungan antara guru dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan siswa dalam suasana yang akrab.
d. Selanjutnya pertemuan diadakan dengan mengikutsertakan anggota yang lebih luas lagi, yaitu para pegawai adminstrasi dan orang tua siswa. Dalam situasi yang demikian diharapkan masing-masing personakan akan saling menghayati dan lebih akrab, sehingga memudahkan berbagai pemecahan problem sekolah.
Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan penyusunan kurikulum akan lebih realistis karena didasari oleh kenyataan-kenyataan yang diharapkan.
7. Model Action Research yang Sistematis
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum yaitu adanya hubungan antarmanusia, keadaan organisasi sekolah, situasi masyarakat, dan otoritas ilmu pengetahuan.
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
a. Dirasakan adanya problem proses belajar mengajar di sekolah yang perlu diteliti.
b. Mencari sebab-sebab terjadinya problem dan sekaligus dicari pemecahannya. Kemudian menentukan keputusan apa yang perlu diambil sehubungan dengan masalah yang timbul tersebut.
c. Melaksankan keputusan yang telah diambil.
Selanjutnya, menurut Sukmadinata (2005: 81-100), terdapat beberapa model konsep kurikulum, yaitu 1) Kurikulum Subjek Akademis, 2) Kurikulum Humanistik, 3) Kurikulum Rekonstruksi Sosial, dan 4) Kurikulum Teknologis.
1) Kurikulum Subjek Akademis
Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi masa lalu. Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan pandangan bahwa fungsi pendidikan adalah memelihara dan mewariskan hasil-hasil budaya masa lalu. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan berupa disiplin ilmu yang telah dikembangkan secara logis, sistematis, dan solid oleh para ahli. Belajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebgaian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan yang sangat penting. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum. Guru adalah yang ”digugu dan ditiru” (diikuti dan dicontoh).
Pendidikan berdasarkan kurikulum ini lebih bersifat intelektual. Namun, demikian, dalam perkembangannya sekarang kurikulum ini secara berangsur-angsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa.
Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan, metode, organisasi isi, dan evaluasi.
a. Tujuan kurikulum subjek adademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses ”penelitian”.
b. Metode yang paling banyak digunakan adalah metode ekspositori dan inkuiri. Ide-ide (konsep utama) disusun secara sistematis dan diberi ilustrasi secara jelas, untuk selanjutnya dikaji dan dikuasai siswa. Para siswa menemukan bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman, logika digunakan dalam matematika, bentuk dan perasaan digunakan dalam seni, serta koherensi dalam sejarah.
c. Pola organisasi isi kurikulum berupa correlated curriculum, unified (concentrated curriculum), integrated curriculum, dan problem solving curriculum.
d. Evaluasi pelaksanaan kurikulum ini menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran.
2) Kurikulum Humanistik
Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi(personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J.J. Rousseau(Romantic Education). Aliran ini bertolak dari asumsi bahwa siswa adalah yang pertama dan uatama dalam pendidikan. Merekan percaya bahwa siswa mempunyai potensi, punya kemampuan, dan kekuatan untuk berkembang. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt, bahwa individu merupakan satu kesatuan yang menyeluruh. Pendidikan diarahkan kepada pembinaan manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual, tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi, sikap, perasaan, nilai-nilai, dan lain-lain).
Kurikulum humanistik memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan, integritas, dan otonomi kepribadian, sikap yang sehat terhadap diri sendiri, orang lain, dan belajar.
b. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode yang menciptakan hubungan emosional yang baik antara guru dan siswa, memperlancar proses belajar, dan memberikan dorongan kepada siswa atas dasar saling percaya, tanpa ada paksaan.
c. Kurikulum menekankan integrasi, yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan. Selain itu, kurikulum ini juga menekankan pada pemberian pengalaman yang menyeluruh, bukan terpenggal-penggal. Kurikulum ini kurang mengutamakan sekuens karena kan mengakibatkan siswa kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memeperdalam aspek-aspek perkembangannya.
d. Evaluasi dilaksanakan lebih mengutamakan proses daripada hasil. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman kepada siswa untuk memperluas kesadaran dirinya dan mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam kurikulum ini tidak digunakan kriteria pencapaian. Peniaian bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa.
3) Kurikulum Rekonstruksi Sosial
Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat dan bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri, melainkan kegiatan bersama, inetraksi, atau kerja sama antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa, siswa dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya, dan dengan sumber belajar lainnya.
Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan, ancaman, hambatan-hambatan, atau gangguan-gangguan yang dihadapi manusia. Tantangan-tantangan tersebut merupakan bidang garapan studi sosial yang bersifat universal bisa didekati dari berbagai disiplin ilmu dan dapat dikaji dalam kurikulum.
b. Dalam pengajaran rekonstruksi sosial para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan-tujuan nasional dengann tujuan siswa. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya. Pembelajaran diciptakan berupa kerja sama antarsiswa, antarkelompok, dan antara siswa dengan nara sumber dari masyarakat. Dengan demikian terbentuk juga saling kebergantungan, saling pengertian, dan konsesnsus. Sejak sekolah dasar, siswa sudah diharuskan turut serta dalam survey kemasyarakatan serta kegiatan sosial lainnya. Adapun kelas-kelas tinggi dihadapkan kepada situasi nyata dan diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal. Dengan begitu diharapkan siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang.
c. Pada tingkat sekolah menengah, pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. Dari tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusi-diskusi kelompok, latihan-latihan, kunjungan, dan lain-lain. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jari-jari. Semuakegiatan jari-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk.
d. Evaluasi diarahkan bukan hanya pada apa yang telah dikuasai siswa, tetapi juga pada sejauh mana pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. Penilaian dilaksanakan dengan melibatkan siswa terutama dalam memilih, menyusun, dan menilai bahan yang akan diujikan. Sebelum diujikan, soal-soal dinilai terlebih dahulu ketepatannya, keluasan isinya, dan keampuhannya menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif.